Kunjungan Komisi X DPR RI ke Bali United Training Center, Gianyar, pada 9 Oktober 2026 turut menghadirkan Once Mekel. Musisi yang dikenal sebagai mantan vokalis Dewa 19 itu mengapresiasi fasilitas pusat latihan Bali United dan menilai pendekatan pengembangan sepak bola usia muda dapat menjadi inspirasi bagi klub lain.
Dalam agenda tersebut, rombongan melihat kawasan latihan di sekitar Pantai Purnama serta kegiatan pembinaan yang berlangsung di lapangan. Mereka juga menyaksikan program Bali United Women Development, yang memperkenalkan sepak bola kepada siswi sekolah dasar.
Fasilitas perlu diikuti program pembinaan
Fasilitas latihan yang memadai dapat membantu klub menyelenggarakan program secara lebih terarah. Namun, sarana fisik baru akan memberi dampak maksimal ketika didukung kurikulum latihan, pelatih yang kompeten, serta kesempatan bermain yang teratur.
Dalam pembinaan pemain muda, perkembangan tidak cukup diukur dari jumlah gol atau kemenangan. Pemain perlu membangun teknik dasar, pemahaman taktik, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Proses ini memerlukan waktu dan pendekatan yang sesuai dengan usia peserta.
Kompetisi usia muda membuka pengalaman baru
Turnamen seperti Bali 7s memberi kesempatan kepada pemain usia dini untuk bertemu tim dari daerah maupun negara lain. Pengalaman tersebut dapat memperkenalkan variasi gaya bermain dan membantu anak-anak beradaptasi dengan suasana kompetisi yang berbeda dari latihan rutin.
Kompetisi yang dikelola dengan baik juga memberi ruang bagi pelatih untuk menilai perkembangan pemain. Mereka dapat melihat bagaimana peserta mengambil keputusan saat menghadapi tekanan, memahami instruksi, serta berkomunikasi dengan rekan satu tim.
Meski demikian, aspek keselamatan, pendidikan, dan keseimbangan aktivitas anak tetap harus menjadi perhatian. Kompetisi usia muda idealnya mendukung proses belajar, bukan memberi tekanan berlebihan untuk selalu menang.
Regenerasi pemain membutuhkan kerja jangka panjang
Sepak bola Indonesia membutuhkan jalur pembinaan yang mampu menghubungkan pengalaman bermain di tingkat usia dini dengan kesempatan di level yang lebih tinggi. Akademi dapat menjadi salah satu fondasi untuk mengenali bakat, tetapi perjalanan pemain juga memerlukan pendampingan, kompetisi yang sesuai, dan lingkungan yang mendukung.
Klub profesional memiliki kesempatan untuk membangun sistem tersebut melalui akademi, program komunitas, serta kerja sama dengan sekolah dan pihak lain. Upaya yang konsisten dapat memperluas akses terhadap latihan yang berkualitas sekaligus membantu pemain memahami tuntutan sepak bola kompetitif.
Manfaatnya melampaui tim profesional
Pengembangan sepak bola tidak hanya berkaitan dengan hasil tim utama. Program usia muda juga dapat memberi dampak bagi kebugaran, kepercayaan diri, dan pembentukan karakter peserta. Ketika akses terhadap olahraga semakin terbuka, lebih banyak anak dapat menemukan kegiatan yang mereka sukai dan mengembangkan potensinya.
Perhatian terhadap Bali United Training Center menyoroti pentingnya fasilitas dan program yang berjalan beriringan. Tantangan berikutnya bagi ekosistem sepak bola Indonesia adalah menjaga keberlanjutan pembinaan, memperluas kesempatan bermain, dan memastikan pemain muda mendapat lingkungan belajar yang sehat.
