Perjalanan Bali United Academy di putaran nasional Piala Soeratin 2026 menghasilkan catatan berbeda bagi dua kelompok usia. Bali United U15 berhasil memastikan tempat di delapan besar, sedangkan Bali United U13 harus mengakhiri langkah setelah melewati rangkaian pertandingan di Zona 4.
Hasil tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kompetisi usia muda tingkat nasional. Setiap tim harus beradaptasi dengan lawan yang memiliki karakter permainan berbeda, sementara waktu untuk memulihkan kondisi dan memperbaiki kekurangan relatif terbatas.
U15 bangkit setelah kekalahan awal
Bali United U15 sempat membuka fase grup dengan kekalahan tipis 0-1 dari Safin Pati. Namun, tim asuhan I Made Adi Wirahadi, yang akrab disapa Binter, mampu merespons hasil tersebut dengan dua kemenangan berikutnya.
Serdadu Tridatu Muda menang 2-0 atas PSS Sleman, kemudian mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-1. Dua kemenangan itu membuat Bali United U15 mengumpulkan poin penting dan berada di puncak klasemen grup Zona 4 untuk kelompok usia U15.
Kemampuan bangkit setelah hasil kurang baik menjadi salah satu aspek penting dalam kompetisi sistem grup. Tim tidak hanya dituntut memiliki kualitas teknis, tetapi juga menjaga mental bertanding agar kekalahan tidak berlarut-larut memengaruhi penampilan berikutnya.
U13 menghadapi persaingan berat
Sementara itu, Bali United U13 belum berhasil melaju ke fase selanjutnya. Tim yang ditangani Gede Frandika Dharma mengalami kekalahan saat menghadapi Terang Bangsa Semarang, Jogja Istimewa Football, dan Persebaya Surabaya.
Hasil tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pemain. Pada kelompok usia dini, proses belajar tetap menjadi bagian utama, termasuk memahami posisi, meningkatkan kemampuan dasar, dan menyesuaikan diri dengan tekanan pertandingan tingkat nasional.
Target U15 berlanjut ke fase delapan besar
Pelatih U15 Binter Wirahadi mengapresiasi kerja keras para pemain, khususnya saat menghadapi laga penentuan melawan Persebaya. Ia juga menaruh harapan agar tim dapat melangkah lebih jauh dibandingkan pencapaian sebelumnya.
Target berikutnya bukan perkara mudah karena lawan yang tersisa tentu memiliki kualitas untuk mencapai fase gugur. Persiapan taktik, pemulihan fisik, dan menjaga konsentrasi akan menentukan seberapa jauh tim bisa melanjutkan perjalanan.
Makna kompetisi bagi pembinaan akademi
Piala Soeratin memberi pemain muda pengalaman menghadapi persaingan di luar lingkungan latihan harian. Mereka belajar mengelola tekanan, beradaptasi dengan strategi lawan, dan bertanggung jawab terhadap peran masing-masing di lapangan.
Bagi Bali United Academy, keberhasilan U15 melaju ke delapan besar menjadi modal untuk terus berkembang. Di sisi lain, hasil U13 dapat menjadi titik awal evaluasi agar pembinaan tetap berjalan terarah. Dalam jangka panjang, kualitas akademi dibangun melalui proses yang konsisten, bukan hanya dari satu hasil turnamen.
