Bali United Training Center di Gianyar mendapat perhatian saat menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI pada Jumat, 9 Oktober 2026. Salah satu anggota rombongan, Denny Cagur, memberikan apresiasi terhadap fasilitas pusat latihan dan program pengembangan sepak bola yang dijalankan di kawasan tersebut.
Kunjungan ini mencakup peninjauan fasilitas serta kegiatan yang berlangsung di pusat pelatihan Bali United. Rombongan juga melihat program Bali United Women Development, yang memberi kesempatan kepada siswi sekolah dasar untuk mengikuti latihan sepak bola secara rutin.
Fasilitas dan pembinaan menjadi perhatian
Denny menilai fasilitas yang tersedia di Bali United Training Center mendukung kegiatan pembinaan pemain. Kehadiran program sepak bola putri di lokasi yang sama juga menjadi perhatian karena menunjukkan upaya memperluas partisipasi anak-anak dalam olahraga.
Program usia dini memiliki peran penting dalam mengenalkan dasar permainan sekaligus membentuk kebiasaan positif. Anak-anak tidak hanya belajar teknik mengolah bola, tetapi juga disiplin, kerja sama, komunikasi, dan menghormati aturan. Jika dilakukan secara berkelanjutan, kegiatan tersebut dapat membantu menumbuhkan minat olahraga sejak usia sekolah.
Bali 7s dan pengalaman bertanding internasional
Dalam kunjungan tersebut, CEO Bali United, Yabes Tanuri, turut memaparkan kegiatan yang pernah diselenggarakan di kawasan pusat latihan. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Bali 7s, turnamen kelompok usia yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Kompetisi lintas negara dapat memberi pemain muda pengalaman menghadapi gaya bermain dan kebiasaan pertandingan yang berbeda. Di luar hasil pertandingan, interaksi dengan tim lain juga dapat memperluas wawasan pemain dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Program seperti ini membutuhkan perencanaan jangka panjang, mulai dari fasilitas, pendampingan pelatih, pengelolaan pertandingan, hingga dukungan bagi peserta. Pengembangan sepak bola usia muda bukan proses instan, melainkan rangkaian kegiatan yang perlu dijaga secara konsisten.
Peran pusat latihan dalam ekosistem sepak bola
Pusat latihan tidak hanya menjadi tempat tim profesional mempersiapkan pertandingan. Fasilitas yang dikelola dengan baik juga bisa menjadi ruang bagi akademi, pelatih, dan program komunitas untuk berkontribusi terhadap perkembangan olahraga.
Keberadaan lapangan dan sarana latihan perlu berjalan beriringan dengan kualitas program. Anak-anak membutuhkan pelatih yang memahami tahap perkembangan mereka, jadwal yang sesuai, serta lingkungan yang aman dan mendukung. Dengan begitu, fasilitas dapat memberi manfaat yang lebih luas daripada kebutuhan tim utama saja.
Pembinaan berkelanjutan menjadi pekerjaan bersama
Apresiasi terhadap fasilitas menjadi dorongan positif, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan program pembinaan terus berkembang. Keterlibatan klub, sekolah, keluarga, dan pemangku kebijakan dapat membantu memperluas akses anak-anak terhadap kegiatan olahraga.
Perhatian yang diberikan dalam kunjungan Komisi X menunjukkan bahwa pengembangan sepak bola dapat dibahas sebagai bagian dari pendidikan, olahraga, dan pembentukan generasi muda. Dampaknya akan terlihat melalui kesempatan berlatih yang berkelanjutan dan semakin banyak anak yang dapat menikmati sepak bola dengan dukungan yang tepat.
